Kerugian Membeli Smartphone Entry Level Atau Smartphone Kelas Bawah.
Kerugian ketika membeli smartphone kelas bawah atau entry level
Smartphone by google image

Tipsbudy - kerugian membeli smartphone entry level atau smartphone kelas bawah

Seperti yg kita ketahui bahwa dipasar smartphone abad ini sangat pesat, terutama untuk flatform android, dibanding os lain seperti blackberry, symbian, apple, android adalah os paling berpengaruh besar dalam industri smartphone.

Sebagian pengguna memilih operasi sistem android dikarenakan open source, Saat ini pasar smartphone terbagi menjadi tiga segmentasi. Paling atas adalah segmen untuk pasar smartphone flagship. Di bawahnya ada pasar smartphone kelas menengah dan yang paling bawah adalah pasar smartphone enrty level atau kelas bawah,

Pasar smartphone kelas atas biasanya dikuasai oleh perangkat yang dijual dengan harga yang cukup mahal. Hal tersebut karena smartphone flagship menawarkan segala kelebihan fitur-fitur canggih yang memudahkan penggunanya, sedangkan untuk entry level biasanya lebih mengedepankan harga dengan fitur seadanya.

Untuk yang memiliki budget pas-pasan, smartphone entry level mungkin sangat cocok untuk dikantong. Tapi, membeli smartphone entry level yang murah meriah ternyata juga membawa kerugian tersendiri lho! Nah apa saja? Simak sama-sama berikut ini!

1.desain yg kurang begitu menarik.
Berbanding terbalik dengan smartphone flagship atau kelas menengah, perangkat yang ada di dalam kelas ini datang dengan material yang lebih solid, seperti metal atau logam lainnya
Kebanyakan smartphone entry-level dikemas dengan material 'murahan', seperti plastik polikarbonat. .

2. Minimnya teknologi yang di gunakan
Smartphone entry level memang dikembangkan dengan ongkos produksi yang murah. Dan biasanya, smartphone entry level juga datang dengan fitur standar guna memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari, seperti untuk medsos, browsing, dan chating.

Kebanyakan, smartphone-smartphone seperti ini juga dilengkapi dengan modul hardware yang kinerjanya kalah jauh dengan smartphone flagship dan mid-range.

3. Siklus pergantian smartphone yang cepat.
Seperti yg kita ketahui setiap tahunnya smarphone memiliki pembaharuan teknologi terutama software nya, dikarenakan smartphone entry level ini memiliki teknologi seadanya, adakalanya smartphone jenis ini biasanya tidak memiliki update software dikarenakan hardware yg tidak mendukung pembaruan, jadi untuk bisa tetap update dengan sangat terpaksa kalian harus membeli smatphone lagi.
Berbeda dengan smartphone flagship atau kelas menengah yang biasanya memiliki dukungan hardware untuk waktu yang lebih lama.

Alasan ini membuat kita berfikir 2 kali untuk membeli smartphone kelas bawah.
Dan ini membuat pengeluaran kita malah semakin besar.

Jadi, Kira-kira itulah kerugian kita membeli sebuah smartphone entry level. Lebih baik bersabar sedikit untuk mendapatkan smartphone yang lebih canggih dan memuaskan. Jangan lupa ikuti terus tipsbudy untuk info menarik seputar teknologi lainnya ya! See you next time and wasalamualaikum 🤗